Jakarta – Polda Metro Jaya membawa M Nurhadi, pembunuh Abdullah Fitrhi Setiawan atau Dufi ke Polres Bogor. Sepanjang penyerahan ini, Nurhadi hanya tertunduk dan tak mengucapkan satu kata pun.

Polres Bogor Berhasil Meringkus Pembunuh Dufi

ilustrasi

Nurhadi yang sudah mengenakan baju oranye sebagai tahanan keluar didampingi satuan reserse dari Resmob Ditkrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 14.10 WIB. Nurhadi hanya diam dan lebih banyak menunduk mulai keluar kantor Ditreskrimum hingga ke mobil polisi.

Selain itu, ada sosok perempuan yang juga keluar mengenakan baju oranye. Diduga kuat, perempuan itu merupakan istri Nurhadi bernama Sari. Namun, belum ada keterangan resmi dari polisi soal sosok perempuan dan apa peran dia dalam pembunuhan ini.

Namun, terlihat tangan kanannya tengah dibalut dengan perban, seperti habis terkena luka.

Sementara itu, tetangga Nurhadi di Gunung Putri, Bogor, Edi Pranoto (37), mengatakan terakhir kali melihat Nurhadi dan Dufi di rumah kontrakan itu pada Jumat (16/11/2018). Rupanya, ada istri Nurhadi, Sari, yang juga hadir di kontrakan itu.

“Saya tanya, ‘teteh ke mana? Ada lagi beres-beres. Kan mau pindahan.’ Aku enggak tahu mau pindah atau enggak. Cuma kemungkinan dia cuma jawab buang kata-kata doang nutupin itulah,” kata Edi.

Baca juga: PDIP: Pembentukan Hukum di Indonesia Harus Merujuk Pancasila

Saat kejadian, Edi memang sedang tidak berada di rumah. Sepulangnya kembali ke rumah, dia tak lagi melihat Nurhadi, Dufi, maupun Sari. Beberapa hari kemudian, ada polisi yang datang. Dia mendapat cerita dari istirnya bahwa polisi menyebut istri Nurhadi sedang dirawat di rumah sakit akibat luka bacok.

“Posisinya kan istrinya di rumah sakit, kena bacok tangannya,” ucap Edi. (Tita Yanuantari – harianindo.com)