Jakarta – Lembaga Setara Institute baru-baru ini mengeluarkan hasil temuannya mengenai adanya indeks Kota Toleran 2018. Hasilnya, Kota Singkawang di Kalimantan Barat jadi kota paling toleran.

Gerindra Menyebut Reuni Aksi 212 Sebagai Contoh Toleransi di Jakarta

Reuni Aksi 212

Setara menyusun peringkat kota paling toleran berdasarkan praktik-praktik toleransi di kota-kota di Indonesia. Ada 94 kota yang tingkat toleransinya diperiksa. Kota Jakarta sendiri berada di posisi ketiga dari urutan paling bawah.

Mengetahui hal itu, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Fajar Sidik angkat bicara. Ia dengan tegas mengaku tidak sependapat dengan hasil tersebut. Salah satu bukti penolakannya adalah adanya aksi atau reuni 212 sebagai contoh praktek toleransi di Jakarta.

“Bukti toleransi di 212. Peserta bukan hanya umat muslim tapi umat lainnya ikut bergabung,” kata Fajar saat ditemui di Jakarta, Minggu (09/12/2018).

Baca juga : Panitia Reuni Akbar 212 Mengaku Tidak Mengundang Prabowo Subianto

Lebih lanjut Fajar menjelaskan dengan memberikan contoh adanya kesetaraan gender yang sudah terjadi di Jakarta. Misalnya saja ada beberapa instansi pemerintahan di Jakarta dipimpin oleh perempuan.

“Untuk kesetaraan gender Jakarta lebih baik karena banyak perusahaan termasuk beberapa SKPD, camat atau Lurah diduduki oleh wanita,” jelasnya.

Fajar menambahkan unsur-unsur yang dipakai dalam menilai adanya tingkat toleransi di Jakarta tak bisa disamakan dengan kota lain. Alasannya, masyarakat Jakarta lebih beragam dibanding kota lain di Indonesia.

“Jakarta adalah jumlah masyarakatnya yang terbanyak di antara daerah yang ada, jadi surveynya pun berbeda. Dihitung dari persentase jumlah masyarakatnya, tidak bisa mereka ambil dari contoh 50 orang per daerah, Jakarta pun sama. Dan mereka harus wawancara berbagai suku atau agama sehingga dapat mewakili dan dapat diambil kesimpulan,” pungkas Fajar.
(Muspri-harianindo.com)