Jakarta – Arie Nurcahyo selaku Direktur Eksekutif Para Syndcate ungkapkan penuturan pada elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sementara tren pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno cenderung naik.

Para Syndcate : "Pergerakan Jokowi-Ma'ruf Trennya Menurun"

Dia pun menjelaskan fenomena tersebut dimana kesimpulan tren elektabilitas ini diambil melalui beberapa lembaga survei yang dirilis sejak penetapan nama cawapres, yaitu pada Agustus hingga November yang kemarin dirilis.

Saat ditemui di Kebayoran Baru kemarin, dirinya menuturkan “Tren keduanya dari beberapa lembaga survei kita lihat cenderung elektabilitas capres stagnan, tapi kalau kita kumpulkan semua hasil survei dan kita tarik regenerasi linier tren gradien, untuk Jokowi-Ma’ruf gradiennya negatif itu minus, secara umum pergerakan Jokowi-Ma’ruf trennya nurun, kalau untuk Prabowo-Sandi itu trennya justru naik walaupun tipis,”

“Setelah kita tarik garis lurus dari beberapa survei terbaca, undecided votters itu naik, ini menarik apakah ini yang milih Jokowi ragu atau separuh suaranya milih Prabowo-Sandi atau yang lainnya,” imbuhnya.

Arie kemudian merinci faktor apa saja yang membuat Jokowi-Ma’ruf menurun. Salah satunya adalah karena strategi pemenangan Jokowi-Ma’ruf dinilai monoton dan terkadang terhanyut dengan permainan politik lawan yang cenderung memainkan wacana retorika.

“Sekarang kenapa elektabilitas Jokowi-Ma’ruf turun? Pertama, strategi pemenangan Jokowi-Ma’ruf cenderung monoton dan ter-branding status quo, sehingga banyak wacana retorika dimainkan dari Jokowi-Ma’ruf cenderung reaktif dan responsif,” jelasnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)