Jakarta – Apabila Indonesia telah kembali memiliki alat pendeteksi tsunami, Polri akan turut memberikan pengawasan secara intensif. Bahkan pihaknya juga siap untuk menindak tegas apabila mengetahui ada pencuri alat pendeteksi tsunami tersebut.

Pihak Kepolisian Siap Menindak Tegas Pencuri Alat Pendeteksi Tsunami

“Apabila terbukti ada orang yang mengambil dengan melawan hak akan diproses hukum,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, pada Selasa (25/12/2018).

Bahkan, lanjut Dedi, anggota juga akan menindak tegas jika ada pelaku yang melakukan perlawanan ketika dalam upaya penangkapan. Polisi tak segan-segan melepaskan timah panasnya.

“Apabila tertangkap tangan dan melawan akan diambil tindakan dengan tegas dan terukur, ditembak,” jelasnya.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan untuk Indonesia kembali memiliki alat pendeteksi tsunami. Presiden telah mencanangkan bahwa pembelian alat pendeteksi tsunami tersebut dianggarkan pada APBN tahun 2019 mendatang.

“Ke depan saya perintahkan BMKG untuk membeli alat-alat deteksi early warning system yang bisa memberikan peringatan-peringatan dini kepada kita semua, kepada masyarakat,” kata Joko Widodo dalam jumpa pers saat meninjau fasilitas pariwisata di Hotel Mutiara Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (24/12/2018).

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun menegaskan batapa pentingnya alat pendeteksi bencana tsunami bagi Indonesia. Mengingat, peristiwa tsunami yang terjadi di Selat Sunda tanpa ada gempa terlebih dahulu. Sehingga diharapkan dengan adanya alat tersebut dapat meminimalisasi dampak bencana.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)