Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan satu orang tersangka sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.

Dalami Kasus Suap Bakamla, KPK Kembali Tetapkan Satu Tersangka Dalami Kasus Suap Bakamla, KPK Kembali Tetapkan Satu Tersangka

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pihaknya melakukan pengumpulan informasi, data mencermati fakta persidangan. Sehingga KPK pun meningkatkan perkara ini ke penyidikan dan menetapkan lagi seorang tersangka dalam kasus Bakamla.

KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan dan menetapkan seorang tersangka yaitu ESY (Erwin Sya’af Arief),” kata Febri dalam konfresi pers di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Febri menjelaskan, ESY selaku manager Director PT Rohde & Schwarz Indonesia diduga membantu memberi atau menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara.

Baca juga: KPK Lakukan Pencekal Terhadap Robert Tantular untuk Bepergian ke Luar Negeri

“Dengan maksud penyelenggara negera tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajiban terkait proses pembahasan dan pengesahan RKA-K/L dalam APBN-P TA 2016 yang akan diberikan kepada Bakamla,” jelas Febri.

Atas perbuatannya, Erwin disangka melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau pasal 56 KUHP. (Tita Yanuantari – harianindo.com)