Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan dari mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham sebagai tersangka dalam kasus suap dugaan pembangunan PLTU Riau-1.

KPK Telah Rampungkan Berkas Penyelidikan Idrus Marham

“Hari ini penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti pada Penuntut Umum tahap 2,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Dengan dilimpahkannya berkara perkara itu, Jaksa Penuntut KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun dakwaan dari Politikus Golkar itu. Sidang sendiri rencananya digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Sekitar 64 orang saksi telah diperiksa selama proses penyidikan. Berikutnya Penuntut Umum akan mempersiapkan dakwaan dan berkas perkara untuk dilimpahkan ke pengadilan,” tutur Febri.

KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Ketiganya yakni, Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Idrus Marham dan Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo.

Untuk dua tersangka, Eni Saragih dan Johannes Kotjo sendiri sudah menjalani persidangan terlebih dahulu terkait perkara ini. Sementara itu, Johannes Kotjo sudah divonis dua tahun delapan bulan penjara dengan denda Rp150 juta dan subsidair tiga bulan bui, dalam kasus suap pembangunan PLTU Riau-1.

Baca juga: Idrus Marham Tegaskan Siap Menguak Seluruh Data Terkait Suap PLTU Riau-1

Perkara konstruksi ini, Eni sendiri diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai USD900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo. (Tita Yanuantari – harianindo.com)