Jakarta – Undangan tes baca quran yang diajukan oleh Dewan Ikatan Dai Aceh kali ini direspon berbeda oleh kedua tim pendukung pasangan capres dan cawapres.

Tim Jokowi Respon Positif Undangan Ikatan Dai Aceh Untuk Tes Baca Alquran

Achmad Baidowi selaku anggota TKN Jokowi-Ma’ruf mengatakan bahwa “Itu memang usul bagus. Itu aspirasi ya, silakan saja. Meskipun tak diatur dalam UU maupun PKPU, kalau mau diikuti oleh paslon silakan,”

Sedangkan Hasto Kristiyanto juga mengungkapkan hal senada dengan berkata bahwa “Itulah cara masyarakat Aceh mengingatkan. Kalau menurut logika tes yang akhirnya membuat pihak tertentu kerepotan, yang mula-mula menggunakan isu agama, begitu masyarakat Aceh bersikap dengan caranya. Kalau dalam peribahasa itu ‘menepuk air di dulang terpercik muka sendiri’. Saya analogikan mula-mulanya itu dalam tinju bagaikan pukulan heater punch yang bikin perut mulas,”

Namun jawaban berbeda datang dari BPN Prabowo-Sandi yang menolak tes baca Alquran itu. Menurut Sodik Mujahid selaku Juru debat BPN Prabowo-Sandi mengatakan bahwa hal semacam itu tak substansial dalam menentukan kualitas capres-cawapres.

“Yang sangat dan lebih penting adalah pemahaman terhadap isinya (Alquran) dan bagaimana mengamalkannya secara demokratis dan konstitusional di NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ujar Sodik.

Sedangkan hal senada juga diungkapkan Andre Rosiade yang berkata bahwa “Sebenarnya kami siap-siap saja untuk ikut tes baca Alquran, tapi kami memutuskan tidak ikut. Karena komitmen kita dari awal tidak mau bicara soal SARA. Lagi pula isu agama kami anggap sudah selesai karena kan keempatnya ini muslim,”

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)