Jakarta – Ustaz Abu Bakar Ba’asyir akhirnya dibebaskan tanpa syarat atas hukuman 15 tahun penjara. Melalui akun Facebook, Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra mengaku berhasil meyakinkan Presiden Jokowi untuk membebaskan Ba’asyir.

Polri Tegaskan Tidak Memiliki Wewenang Terhadap Status Hukum Baasyir

Abu Bakar Baasyir

Merespons hal itu, Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polri tidak memiliki wewenang terhadap status hukum Ba’asyir. “Yang mejalankan rekomendasi sudah bukan Polri, tapi Dirjenpas Kumham,” kata Dedi pada Jumat (18/1/2018).

Meski tidak memiliki wewenang, Polri akan terus mengawasi perkembangan wacana dibebaskannya Abu Bakar Ba’asyir. “Polri terus akan monitoring perkembangannya,” ucap Dedi.

Sebelumnya, Yusril mengatakan, Jokowi menilai Ba’asyir harus dibebaskan karena pertimbangan kemanusiaan. Ia telah berusia 81 tahun dan kondisi kesehatannya kian menurun. Kepada Yusril, Jokowi menyampaikan keprihatinan atas keadaan Ba’asyir.

“Oleh sebab itu meminta Yusril untuk menelaah, berdialog dan bertemu Abu Bakar Ba’asyir di LP Gunung Sindur,” tulis status Facebook Yusril. (Tita Yanuantari – harianindo.com)