X
  • 5 days ago
Categories: Nasional

PDIP Heran Mentor Prabowo Eks Pimpinan KPK Tapi Menyebut Korupsi Tak Seberapa

Jakarta – Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto terlihat membela caleg Gerindra yang berlatar belakang eks koruptor dengan megnatakan ‘mungkin korupsinya tak seberapa’. Terkait hal tersebut, PDIP merasa capres nomor urut 02 itu inkonsisten dalam pemberantasan korupsi.

“Ucapan Pak Prabowo dalam debat presidensial semalam banyak mengandung inkonsistensi, terutama yang berkaitan dengan isu korupsi,” ungkap politikus PDIP Charles Honoris kepada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Prabowo menyatakan hal tersebut, ketika Jokowi menanyakan alasan Gerindra yang masih memiliki cukup banyak mantan koruptor yang maju dalam Pileg 2019 pada debat perdana capres-cawapres. Bahkan, Jokowi mengingatkan berkas caleg diteken oleh Prabowo sendiri sebagai ketum.

“Inkonsistensi Pak Prabowo terkuak berkat kelihaian Pak Jokowi dalam memainkan narasi, sehingga lawannya seperti ditelanjangi,” sebut Charles.

Charles mengungkit pernyataan Prabowo lainnya dalam debat, yakni ancaman akan menaruh koruptor di pulau terpencil untuk menambang pasir. Namun, mantan Danjen Kopassus itu dinilai inkonsisten karena menganggap remeh kasus eks koruptor caleg Gerindra.

“Di satu sisi mengatakan akan menghukum koruptor dengan ‘menaruh di pulau terpencil dan suruh tambang pasir terus-menerus’, tapi di sisi lain dia membela 6 caleg Gerindra mantan koruptor dengan mengatakan ‘korupsinya nggak seberapa,” ucap Charles.

“Seharusnya mantan pimpinan KPK yang menjadi mentor debat Prabowo memberi pemahaman lebih kepada jagoannya bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa, menyengsarakan rakyat, dan tidak boleh diremehkan dengan korupsinya nggak seberapa,” tambahnya.

Dengan inkonsistensi yang ditunjukkan oleh Prabowo tersebut, Charles menyebut publik bisa menilai komitmen pemberantasan korupsi Prabowo-Sandiaga. Bila Prabowo sempat menuding pemberantasan hukum yang tebang pilih di era Jokowi, Ketum Gerindra itu dinilai justru terbukti melakukannya.

“Dari inkonsistensi ini, publik sebenarnya bisa melihat komitmen pemberantasan korupsi Pak Prabowo yang tebang pilih. Keras terhadap pihak lain, tapi lembek untuk kader sendiri,” kata Charles.

“Sikap calon pemimpin seperti ini jelas sangat membahayakan bagi masa depan pemberantasan korupsi di negeri ini,” imbuhnya.

Kondisi yang berbeda, lanjut Charles, ada pada Jokowi dan pasangannya, cawapres KH Ma’ruf Amin. Pasangan nomor urut 01 itu dinilai memiliki keunggulan dibanding pasangan lawan.

“Pak Jokowi sangat enteng memainkan narasi korupsi karena seperti beliau katakan sendiri, ‘saya tidak punya beban masa lalu’ dan ‘saya tidak punya rekam jejak korupsi’,” sebut Charles.

Dia juga membanggakan partainya yang tidak meloloskan caleg eks koruptor untuk maju pileg. Ini, kata Charles, karena komitmen yang dipegang oleh partai pimpinan Ketum Megawati Soekarnoputri itu terhadap pemberantasan korupsi.

“Di samping itu, PDI Perjuangan, partainya Pak Jokowi, atas instruksi Ibu Megawati juga telah bersikap tegas dengan tidak meloloskan satu pun caleg yang pernah terlibat korupsi dalam Pemilu 2019,” kata dia.

Sebelumnya, dalam debat perdana Pilpres 2019 semalam, Kamis (17/1), Jokowi menyindir Prabowo yang meloloskan caleg eks koruptor dari Gerindra. Menjawab Jokowi, Prabowo mengatakan tak jadi masalah jika seseorang yang sudah diproses hukum mencalonkan kembali menjadi anggota legislatif.

“Kalau kasus itu sudah melalui proses, dia sudah dihukum dan kalau memang hukum mengizinkan, kalau dia masih bisa dan rakyat menghendaki dia karena dia mempunyai kelebihan-kelebihan lain, mungkin korupsinya juga nggak seberapa, mungkin dia…,” ujar Prabowo.

(Ikhsan Djuhandar – www.harianindo.com)

Rini Masriyah :