Jakarta – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo mengaku kecewa dengan kabaran batalnya pembebasan Abu Bakar Baasyir. Dirinya menilai pemerintah telah memberikan harapan palsu alias PHP.

Pimpinan Ngruki Anggap Pemerintah Hanya PHP Soal Pembebasan Ba'asyir

Saat ditemui di kompleks Ponpes Al Mukmin, Ustadz Ibnu Chanifah selaku Direktur Ponpes menuturkan bahwa “Kami sangat sangat kecewa dengan keputusan ini karena sudah terlanjur gembira tetapi kemudian diputus itu,”

“Anak-anak sebenarnya sudah cukup berbunga-bunga. Saya harap agar kabar gembira itu menjadi sebuah kenyataan, tapi ternyata itu sebuah PHP,” ujarnya.

Dia meminta pemerintah agar tidak asal mengeluarkan pernyataan di depan publik. Pemerintah diminta berpikir matang terlebih dahulu sebelum membuat kebijakan.

“Untuk selanjutnya, para pemegang otoritas agar di dalam mengungkapkan pernyataan itu dipikir dulu yang masak-masak baru keluar,” ucapnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)