Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut kubu Prabowo tak bisa menerima kekalahan debat capres usai diketahui Jokowi telah dilaporkan ke Bawaslu perihal pernyataannya di debat pilpres tentang berkas caleg Geridra eks koruptor yang diteken Prabowo.

TKN Anggap Aneh Kubu Prabowo Laporkan Jokowi Soal Eks Koruptor

Dikonfirmasi kemarin, Ace Hasan Syadzily selaku jubir TKN menuturkan bahwa “Rupanya kubu Prabowo belum bisa menerima kekalahan dalam debat yang pertama ya, soal pemberantasan korupsi, sehingga harus melaporkan apa yang ditanyakan Pak Jokowi soal eks caleg koruptor yang dicalonkan Partai Gerindra,”

“Seharusnya Pak Prabowo mengklarifikasinya dan menjelaskan dalam debat tersebut, bukan melaporkannya ke pihak Bawaslu. Kok substansi debat dilaporkan ke Bawaslu. Aneh,” ujar politikus Golkar itu.

Kemudian politisi Golkar tersebut kembali mengungkit sejumlah pernyataan Prabowo yang dinilai tidak sesuai dengan fakta, di antaranya soal banjir beras impor di Klaten hingga soal nelayan asal Karawang, Nazibulloh, yang dianggap sebagai korban persekusi.

“Apakah rakyat Klaten juga harus melaporkan Prabowo ke Bawaslu karena dalam debat pertama Prabowo mengatakan daerah Klaten dibanjiri beras impor, padahal kata para petani Klaten apa yang dikatakan Prabowo itu tidak benar,” sebut Ace.

“Apakah orang Karawang yang disebutkan dalam debat Prabowo-Sandi yang katanya dipersekusi ternyata tidak benar dan sudah diklarifikasi Bupati dan pihak kepolisian Karawang, harus dilaporkan ke Bawaslu?” imbuh dia.

“Terlalu banyak penyebutan Prabowo-Sandi yang tidak sesuai dengan fakta, hanya untuk mendramatisasi situasi tapi tidak sesuai fakta disebut-sebut Prabowo-Sandi. Apakah itu pelanggaran pemilu?” ujarnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)