Yogyakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan aturan untuk melarang masyarakat mengonsumsi daging anjing. Rencana aturan ini dalam proses penggarapan dengan mengacu pada aturan di kementerian terkait.

Pemkot Yogyakarta Bakal Terbitkan Larangan Hidangan Daging Anjing

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan belum ada aturan yang secara spesifik bisa melarang orang mengonsumsi daging anjing. Meski demikian, pemerintah akan tetap berupaya mencegah masyarakat mengonsumsi daging anjing agar terhindar dari penyakit rabies dan zoonosis (penyakit yang disebabkan hewan).

“Sejauh ini kami Pemkot Yogyakarta terus berupaya vaksinasi untuk bisa menjamin kesehatan hewan,” ujar Heroe di Greenhost Boutique Hotel Jalan Prawirotaman II Kota Yogyakarta pada Kamis (31/1/2019).

Heroe menuturkan Pemkot Yogyakarta akan membuat Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk mengatur larangan konsumsi daging anjing. Perwal ini akan menjadi turunan dari Surat Edaran Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Nomor 9874/SE/pk.420/F/09/2018 tanggal 25 September 2018. Surat edaran ini tentang peningkatan pengawasan terhadap peredaran/perdagangan daging anjing.

“Landasan yuridis sedang kita susun. Bagaimana mencegah perilaku mengonsumsi daging anjing,” kata Heroe.

Sejauh ini, kata dia, surat edaran dari Ditjen PKH Kementan tersebut yang bisa digunakan pengawasan peredaran daging anjing. Surat edaran berlandaskan pada Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Baca juga: Eks Kapolri Awaloedin Djamin Tutup Usia

Menurut dia, pemerintah berkewajiban secara moral mengantisipasi agar warganya terhindar dari bahaya penyakit dari hewan. Ia mengatakan, tak ada aturan pidana dalam hal mengonsumsi dagang tersebut.

“Kami bersama dinas kesehatan dan peternakan menyosialisasikan ke masyarakat, memonitor supaya tak ikut mengonsumsi (daging anjing) di pasar hewan. Harapannya kita mampu melindungi hewan yang seharusnya jadi teman atau keluarga dan tak layak mendapat perlakuan yang membuat mereka tersakiti,” ujarnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)