Jakarta – Pernyataan mengenai kabar bohong kebocoran anggaran yang diungkapkan Luhut Binsar Pandjaitan kali ini langsung direspon oleh pihak BPN. Mereka masih pada pendirian bahwa apa yang diungkapkan Prabowo adalah fakta.

Sindir Soal Kebocoran, Kubu Prabowo : "Pak Luhut Obyektif Saja"

Saat ditemui kemarin, Andre Rosiade menuturkan bahwa “Bahwa kebocoran yang disampaikan Pak Prabowo itu kan fakta ya. Faktanya di mana? Faktanya ratusan kepala daerah, anggota DPR RI, DPRD Tingkat I, DPRD Tingkat II, menteri, sudah ditangkap oleh KPK. Itu kan menunjukkan bahwa memang ada yang bocor anggaran negara itu. Jadi di mana Pak Prabowo melakukan kebohongan?”

“Pak Luhut tahu lah, Prabowo Subianto itu seorang ksatria. Tidak mungkin Prabowo dicintai oleh prajuritnya kalau Pak Prabowo bukanlah seorang ksatria. Kita lihat saja, Pak Luhut datang ke markas Kopassus, ada Pak Luhut ada Pak Prabowo, yang digendong sama prajurit itu pensiunan siapa? Pensiunan yang digendong itu Prabowo Subianto bukan Pak Luhut Binsar Pandjaitan. Jadi masyarakat prajurit tahu siapa yang ksatria,” lanjut politisi Gerindra tersebut.

“Jadi Pak Luhut saya rasa obyektif saja, bahwa memang ada kebocoran. Faktanya, kebocoran itu sudah dilakukan proses hukum oleh penegak hukum, baik KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan. Kalau memang tidak ada kebocoran tentu tidak ada proses hukum dari KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan,” tuturnya.

“Jadi saya rasa tidak obyektif lah Pak Luhut menyebut Pak Prabowo tidak ksatria, Pak Prabowo melakukan kebohongan. Kebohongan gimana? Faktanya banyak orang ditangkap oleh KPK. Dan faktanya juga mayoritas yang ditangkap itu adalah kepala daerah-daerah maupun anggota DPR asalnya dari partai pendukung Pak Jokowi, partai koalisi Pak Jokowi,” imbuh Andre.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)