Jakarta – Polda Metro Jaya melalui Subdit I Ditresnarkobaberhasil menggagalkan peredaran narkoba jaringan Malaysia, Jakarta, dan Pontianak. Polisi meringkus dua tersangka berinisial SS dan ST dalam kasus itu.

Polda Metro Jaya Sukses Gagalkan Peredaraan Narkoba Jaringan Malaysia

Ilustrasi

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan para tersangka akan bertransaksi di parkiran rumah sakit di kawasan Sawah Besar. Namun, polisi meringkus mereka sebelum bertransaksi. SS ditangkap di lobi rumah sakit. Sedangkan ST ditangkap di parkiran.

“Ternyata kedua tersangka menyimpan barang bukti di area belakang parkiran. yaitu 10 gram sabu, 54 butir ekstasi, 64 butir H-5, satu unit timbangan digital, 49 buah, dua unit HP,” kata Calvijn saat konferensi pers di Divisi Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Polisi menginterogasi dua tersangka. Atas informasi yang diperoleh, polisi mendatangi apartemen milik SS di Mediterania Boulevard Residence, Kemayoran. Polisi menyita 9000 butir narkoba jenis baru yaitu diamond mxe. Selain itu, polisi juga menemukan 11 plastik berisi sabu, total seberat 874 gram.

Polisi juga menggeledah apartemen TS di Green Central City, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Polisi menemukan 50 gram sabu, 73 butir ekstasi, 60 butir H-5, 3 buah cangklong satu set bong, satu unit timbangan.

“Kepada penyidik mereka mengaku baru setahun mengedarkan narkoba. Mereka pun mengaku jika ribuan butir barang haram itu didapat dari tersangka di Pontianak yang berinisial R,” tuturnya.

Baca juga: RSUD Kota Tangerang Dilalap Si Jago Merah, Pasien Dievakuasi ke Kantor Kelurahan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono menejelaskan polisi tengah mengejar R yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). R diperkirakan berada di Pontianak, Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan bukti transaksi yang ditujukan ke Malaysia. Pihak kepolisian masih mendalami bukti tersebut.

“Kedua tersangka diminta meneruskan ke tersangka di Malaysia, Inisialnya R. Ada sejumlah transfer rekening bank Malaysia. Kami belum bisa memastikan tersangka di Malaysia ini WNI atau bukan,” tutur Argo. (Tita Yanuantari – harianindo.com)