Jakarta – Lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research merilis hasil yang menunjukkan tingkat elektabilitas PDIP menurun tajam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan hasil survei, saat ini elektabilitas PDIP tinggal 22,9 persen.

Benarkah Ahok Membuat Elektabilitas PDIP Menurun ?

Basuki Tjahaja Purnama

“Penurunan tajam capaian elektabilitas PDIP diperkirakan karena migrasi pemilih muslim ke partai-partai nasionalis lainnya,” kata Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni saat menggelar siaran pers di Jakarta, Jumat (22/02/2019).

Vivin menilai fenomena tersebut terjadi saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau BTP sudah secara resmi bergabung dengan PDIP. Menurut Vivin, publik masih sangat resisten dengan kemunculan kembali Ahok dalam kancah politik nasional.

“Memori kasus penistaan agama pada Pilkada DKI terus terjaga, terlebih momentum reuni Alumni 212 yang tak pernah surut dukungan luas masyarakat,” jelasnya.

Baca juga : Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Ketua PA 212 Dihentikan, Ini Komentar TKN Jokowi-Ma’ruf

Mendengar hal itu, seorang pengamat politik Ray Rangkuti menilai PDIP memang sedang mengalami penurunan tingkat elektabilitas bahkan sebelum Ahok bergabung. Meski begitu, kata Ray, penurunan PDIP masih belum signifikan.

Atas dasar itu, Ray menilai kurang tepat rasanya bila penurunan elektabilitas PDIP dikaitkan dengan bergabungnya Ahok. Namun, Ray tetap menyarankan partai pemenang pemilu 2014 itu tetap waspada supaya elektabilitasnya tidak merosot lebih jauh.

“Jadi saya pikir itu meskipun begitu harus ada langkah yang dilakukan oleh PDIP, tapi belum bisa dijelaskan gara gara (Ahok) itu mereka turun, biasa saja dalam konteks ya biasa sebulan naik sedikit, kemudian turun sedikit,” kata Ray saat ditemui di Jakarta, Minggu (24/02/2019).

(Muspri-harianindo.com)