London – Chelsea berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur dalam derbi London 2-0 pada pekan ke-28 di Stamford Bridge, Kamis (28/2/2019) dini hari WIB. Kemenangan tersebut menjadi ajang balas dendam The Blues yang November lalu kalah di Wembley denagn skor serupa.

Chelsea Taklukkan Tottenham Hotspurs dengan Skor 2-0

Kemenangan tersebut membuat poin Chelsea menjadi 53, hasil dari 16 kemenangan, lima imbang, dan enam kali kalah. Mereka tertinggal 16 poin dari Liverpool yang berada di puncak klasemen.

Sementara, kekalahan membuat peluang Tottenham menyalip Manchester City dan Liverpool kian berat. Berada di posisi ketiga dengan 60 poin, The Lilywhites tertinggal delapan poin dari City dan sembilan dengan Liverpool.

Mengandalkan skema 4-3-3, Chelsea bermain lebih tenang dan membuat aliran bola lebih lancar. Di menit kedelapan Pedro Rodriguez memberi ancaman lewat tandukannya.

Sayang, bola masih melayang tinggi di atas mistar gawang. Permainan dari kaki ke kaki yang diperagakan Chelsea, sempat merepotkan para pemain Tottenham. The Lilywhites sempat beberapa kali membangun serangan, namun kerap mentah begitu sampai di pertahanan tuan rumah.

Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang tanpa gol. Di babak kedua, The Blues mencoba bermain lebih agresif. Hasilnya, Pedro berhasil menjebol gawang Tottenham yang dijaga Hugo Lloris di menit ke-57.

Berawal dari umpan terobosan Cesar Azpilicueta di sisi kanan lapangan, Pedro yang menguasai bola langsung melewati Toby Alderweireld dan melepas tembakan yang tak mampu dihentikan Lloris.

Unggul, Chelsea memilih untuk bermain lebih bertahan. Hal itu membuat kubu Tottenham lebih leluasa dalam menyerang. Christian Eriksen dan Harry Kane beberapa kali membombardir pertahanan Si Biru. Tetapi, bola belum menemui sasaran. Malah Chelsea yang menambah gol, setelah Kieran Trippier mencetak gol bunuh diri di menit ke-84. Salah pengertian antara sang pemain dengan Lloris menjadi penyebabnya.

Bermaksud memberikan back pass, Trippier malah membuat bola masuk ke dalam gawangnya karena Lloris terlalu maju untuk menerima bola. Keunggulan tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir. (Tita Yanuantari – harianindo.com)