Jakarta – Terkuaknya lahan Hak Guna Usaha (HGU) ribuan hektar di Kalimantan Timur yang dikuasai capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, masih terus ramai dibahas.

Ada Investor Asing di Balik Lahan HGU Milik Prabowo?

Terakhir, Wakil Ketua Komisi VI Inas N Zubir mengungkapkan, lahan tersebut diduga dikonsesikan kepada perusahaan pertambangan asing, Vallar Group, yang bermarkas di London, Inggris.

Menurut Inas, dari informasi yang ia dapatkan, perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham London ini sebagian besar sahamnya dimiliki Nathan Rotschild, yang berkawan baik dengan Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto.

“Dalam setiap kampanye-nya Prabowo selalu menuduh Jokowi sebagai antek asing, tapi justru tuduhan tersebut malahan menunjuk Prabowo sendiri yang sangat jelas menguasai lahan negara untuk kepentingan asing,” ujar Inas, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/2/2019).

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi – Ma`ruf Amin ini menambahkan, informasi ini ia dapatkan dari Andi Harun, perwakilan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, yang mengatakan Prabowo menguasai tanah negara yang mengandung batubara.

“Lalu menyerahkan tanah tersebut kepada Berau Coal (asing) untuk dieksploitasi habis-habisan,” kata Inas.
Berau Coal, pada tahun 2010 sahamnya dikuasai oleh Vallar Plc milik Nathaniel Rotschild yang kemudian berganti nama menjadi Bumi Plc.

“Pada tahun 2013, Bumi Plc berganti nama menjadi Asia Resource Minerals dan pada tahun yang sama juga Samin Tan masuk sebagai pemegang saham,” tandas Inas.
(samsularifin – harianindo.com)