Jakarta – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Kepulauan Seribu, Jumat 22 Maret 2019.

Anies Tegaskan Kualitas Pembangunan Tidak Dilihat dari Nilai Pertumbuhan

Acara ini, menurut Anies, merupakan bentuk kolaborasi antarpemerintah dan masyarakat dalam proses bottom-up, termasuk top-down. Kolaborasi ini melalui perumusan kebijakan yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov DKI Jakarta selama lima tahun.

“Yang menjadi masalah adalah, apakah prosesnya berjalan dengan baik, agar masalah yang ada di masyarakat bisa diformulasikan dalam bahasa rencana pembangunan, sehingga bisa menjadi kegiatan nantinya,” ujar Anies di Kantor Bupati Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jumat (23/3/2019).

Pembangunan jangka panjang Kepulauan Seribu, akan diselaraskan dengan prioritas Pemerintah Pusat. Pemerintah Pusat menjadikan wilayah kemaritiman Jakarta ini sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Menurut Anies, kualitas pembangunan di suatu daerah ditentukan bukan dari angka pertumbuhannya, tetapi dilihat dengan pembangunan yang merata.

Tema untuk 2020, yaitu pembangunan berkualitas. Kualitas pembangunan ditentukan bukan dari angka tingkat pertumbuhannya. Misalnya, perekonomiannya tumbuh enam persen. Namun, berkualitas atau tidak ditentukan dari pembangunan merata atau tidak.

Baca juga: KPK Sita Uang Dalam OTT Direktur Krakatau Steel

“Ketika pembangunan itu merata, maka ia disebut pembangunan berkualitas. Ketika pembangunan itu tidak merata, maka pembangunan itu tidak berkualitas,” kata Anies.

Lebih lanjut, Anies mengatakan, kebutuhan dasar masyarakat di Kepulauan Seribu harus bisa dituntaskan dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan pada 2020. “Jadi, niat kita semua adalah membuat Jakarta, bisa menjadi contoh bahwa kepulauan bisa dikelola, bisa dikembangkan dengan baik,” ujarnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)