Kolombo – Setidaknya 138 orang tewas dalam peristiwa ledakan yang terjadi di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka, saat umat Kristiani memperingati Paskah, pada Minggu (21/4/2019) waktu setempat.

Tiga Gereja dan Tiga Hotel Dibom di Sri Lanka, Tidak Ada WNI Yang Jadi Korban

Tiga gereja yang diledakkan tersebut berlokasi di Kochchikade, Negombo, dan Batticaloa.

Sedangan tiga hotel yang dibom yakni Hotel Shangri La, Cinnamon Grand dan Kingsbury. Ketiganya terletak di Kolombo, Sri Lanka.

Menurut laporan media Sri Lanka, ada kemungkinan turis dari luar negeri ikut menjadi korban tragedi tersebut.

Namun demikian, belum ada laporan ada warga negara Indonesia (WNI) yang turut menjadi korban.

“Sampai saat ini belum ada laporan WNI yang menjadi korban. Kami sudah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat dan juga WNI,” kata Duta Besar Indonesia di Srilanka I Gusti Ngurah Ardyasa, Minggu (21/4/2019).

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena telah menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan mendukung aparat keamanan menangani soal ini.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe memimpin rapat darurat.

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas enam serangan bom ini. Tapi sejumlah mantan militan ISIS yang kembali ke Sri Lanka dicurigai berada di belakang serangan tersebut.
(samsularifin – harianindo.com)