Serang – Pasangan capres dan cawapres 01, Jokowi-Ma’ruf, kalah dalam perolehan suara Pilpres 2019 di wilayah Banten.

Ma’ruf Amin Beberkan Mengapa 01 Kalah di Banten

Berdasarkan hasil quick count Indo Barometer, Jokowi-Ma’ruf meraih 37,05%, sedangkan Prabowo-Sandiaga meraih 62,95% suara.

Terkait hal ini, Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa ada tiga penyebab mengapa 01 kalah di wilayah Banten.

Yang pertama menurut Ma’ruf Amin karena warga NU di Banten belum memilih sehingga suaranya tidak signifikan.

“Saya memandangnya NU di Banten, warga Nahdlatul Ulama-nya belum memilih sehingga suara tidak signifikan,” kata Ma’ruf di hadapan pengurus dan kader Nahdlatul Ulama (NU) Banten di Kota Serang, Sabtu (27/4/2019).

Sedangkan yang kedua, Ma’ruf Amin menilai ada kader NU yang memiliki pandangan politik berbeda sehingga tidak memilih dirinya dan Jokowi.

Dan yang ketiga karena gerakan NU memang kecil di Banten dan perlu adanya konsolidasi internal.

“Kita secara nasional bagus. NU terkonsolidasi kecuali di beberapa daerah, termasuk Banten. Banten lambat start. Karena itu, harus dilakukan konsolidasi,” tandas Ma’ruf.

Ma’ruf juga meminta agar warga NU di Banten kembali pada jati dirinya sebagai Muslim yang lembut dan rahmatan lil alamain.
“Bukan paham radikal dan itu bukan khas Banten,” ujarnya.

Namun demikian menurut Ma’ruf, konsolidasi NU masih cukup baik di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, sehingga 01 menang di tiga wilayah tersebut versi hitung cepat.

“NU utuh bulat menjalankan kewajiban memilih pemimpin. Di Jatim, Jateng, Jogja menang, kecuali Jawa Barat dan Banten. Saya lihat bukan kalah, tapi belum menang,” kata Ma’ruf Amin.
(samsularifin – harianindo.com)