Bandung – Seorang pengguna Facebook bernama Solatun Dulah Sayuti (50) harus berurusan dengan polisi terkait postingannya yang dinilai menghasut dengan kalimat kebencian terhadap polisi.

Tulis ‘1 Rakyat Ditembak Dibayar 10 Polisi Dibunuh Mati’, Pelaku Langsung Ditangkap

Solatun ditangkap di kawasan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (9/5/2019).

“Pelaku ini menyebarkan ujaran kebencian yang menghasut dan dapat membuat keonaran,” jelas Direskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi, di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar, Jumat (10/5/2019).

Berikut postingan Solatun yang sangat provokatif :

HARGA NYAWA RAKYAT
Jika People Power tidak dapat dielak:
1 orang rakyat ditembak oleh polisi harus dibayar dengan 10 polisi dibunuh mati menggunakan pisau dapur, golok, linggis, kapak, kunci roda mobil, siraman tiner cat berapi dan keluarga mereka.

Dari hasil penyelidikan polisi, tersangka mendapatkan informasi soal people power dari grup WhatsApp yang diikuti pelaku, dan kemudian diunggahnya di akun Facebook miliknya.

“Jadi pelaku ini ikut grup WA dengan nama ‘PerjuanganPersatuanIndonesia’,” ungkap Samudi.

Solatun dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan Pasal 15 UU No.1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun.

“Kita tidak menjerat tersangka dengan pasal UU ITE, untuk hukuman dari Pasal 14 ayat 1 hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata Samudi.

Polisi masih mendalami apakah pelaku terafiliasi dengan partai politik atau organisasi tertentu.

“Masih didalami apakah terkait afiliasi politik,” pungkas Samudi.
(samsularifin – harianindo.com)