Bandung – Habib Bahar bin Smith, terdakwa kasus penganiayaan anak, dituntut dengan hukuman enam tahun penjara. Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Jaksa Penuntut Umum atau JPU Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kristianto.

Menurut Kristianto, Habib Bahar dinyatakan terbukti bersalah sebagai pelaku tindak pidana penganiayaan. Hal ini diatur dalam dakwaan Primer dan Subsider.

“Menuntut Majelis Hakim mengadili terdakwa dengan hukuman enam tahun penjara, denda Rp50 juta subsider tiga bulan,” kata Kristianto di Bandung, Kamis (13/06/2019).

Baca Juga: Korban Penganiayaan Habib Bahar Dihadirkan, Ruang Sidang Sempat Memanas

Yang memberatkan posisi Habib Bahar adalah ia pernah dihukum dan dianggap meresahkan masyarakat. Sementara pada sisi lain, pengakuan atas perbuatannya dan adanya perjanjian damai dengan korban menjadi pertimbangan yang meringankan Habib Bahar.

Berdasarkan penuturan Kristianto, penganiayaan yang dilakukan oleh Habib Bahar terbukti sebagai tindak pidana.

“Dianiaya juga oleh santri-santri lainnya, kemudian korban dicukur hingga botak. Telah memar pada mata, akibat kekerasan tumpul, pada kepala ditemukan pembengkakan, secara medis merupakan luka berat,” imbuhnya. (Elhas-harianindo.com)