Jakarta – Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam gugatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK) sudah menertakan tautan link-link berita yang menjadi sumber referensinya. Mereka berkeyakinan bahwa berita-berita tersebut akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang pasti, terkait tautan berita yang banyak didiskusikan, kami mengambilnya dari media-media massa utama (mainstream) yang tidak diragukan kredibilitasnya,” demikian bunyi dalil gugatan yang dibacakan Denny Indrayana di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat, (14/06/2019).

Denny kemudian menyebutkan satu-satu contoh kantor berita yang dikutipnya : Kompas, Tempo, detikcom, CNNIndonesia, dan Tirto.id. Tim hukum Prabowo sangat mengapresiasi cara kerja rekan-rekan media dan percaya bahwa mereka bekerja secara profesional untuk melakukan crosscheck sebelum mempublikasikan berita.

“Dengan kualitas kerja yang sedemikian terkontrol, maka kami meyakini akurasi dan fakta yang dituliskan adalah mempunyai nilai kebenaran dan karenanya dapat mempunyai bobot pembuktian,” ujarnya.

Menurut Denny dkk, apabila tidak membantah isi dari pernyataan narasumber berita, maka hal itu berarti sama bernilainya dengan sebuah pengakuan karena mengiyakan apa yang dinyatakan. Menurut Denny dkk, tidak tepat dan keliru jika menganggap tautan berita tidak dapat dijadikan alat bukti.

“Pasal 36 ayat 1 UU MK menegaskan bahwa tautan berita minimal bisa masuk kepada alat bukti surat atau tulisan, petunjuk, atau alat bukti lain. Berupa informasi yang diucapkan, dikirimkan, diterima, atau disimpan secara elektronik,” cetus Denny dalam gugatan yang juga ditandatangani oleh BW, Teuku Nasrullah, TM Luthfi Yazid, Iwan Satriawan, Iskandar Sonhadji, Dorel Amir, dan Zulfadhli. (Hari-harianindo.com)