Jakarta – Polemik calon wakil presiden Ma’ruf Amin perihal jabatannya di dua bank syariah masih menjadi pembicaraan utama. Terlebih setelah tim kuasa hukum Prabowo-Sandi mengangkat isu tersebut sebagai bukti bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf patut didiskualifikasi dari Pilpres 2019.

Kini, Dr. Rizal Ramli turut bersuara. Menurutnya, keterlibatan Ma’ruf Amin di bank syariah tersebut tidak hanya terlarang, akan tetapi juga tidak pantas.

Ia pun kemudian menyebutkan sejumlah contoh di era presiden-presiden sebelumnya. Saat ia diberi tanggung jawab sebagai menteri atau menko di era Presiden Abdurrahman Wahid maupun di era Presiden Joko Widodo, ia memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya di BUMN maupun perusahaan swasta.

Baca Juga: TNI AD Selidiki Letkol yang Beri Informasi Bohong ke Rizal Ramli

“Memang selain soal terlarang, ada soal etika yang tidak pantas,” cuitan Rizal Ramli melalui akun Twitter miliknya. 

“RR setiap kali ditunjuk sebagai Menteri (Menko Perekonomian, Mentri Keuangan, Menko Maritim), melepaskan semua jabatan sebagai Preskom di BUMN maupun swasta,” ujarnya menyambung cuitan sebelumnya.

Sebelumnya, Rizal Ramli pernah memegang posisi Preskom Semen Gresik di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara di era Presiden Jokowi, Rizal Ramli sempat menjabat sebagai Preskom Bank BNI 46. (Elhas-harianindo.com)