Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia telah meresmikan kolaborasi dengan Korea International Cooperation Agency dan Institut Teknologi Bandung untuk pengembangan kapasitas personel Polri di bidang forensik siber, keamanan siber, dan kejahatan siber. Sebagai tindak lanjut polri akan mengirim personelnya ke Korea.

“Kami akan berangkatkan kurang lebih 30 aparat untuk (belajar) cyber forensics, cyber crime dan cyber security,” kata Wakil Kepala Polri Ari Dono Sukmanto, di Jakarta, 27 Juni 2019.

Menurut Ari, pengembangan kapasitas ini dilakukan Polri agar personelnya dapat mengetahui dan memahami secara teori dan praktik isu-isu ancaman di jagad maya. Selain itu juga untuk memahami cara-cara yang tepat perihal rencana aksi ancaman kriminal siber.

Dengan terjadinya peningkatan teknologi akan selinier dengan peningkatan kejahatan berbasis teknologi tersebut, sehingga Polri harus melakukan upaya antisipasi. “Mudah-mudahan teknologi bisa memperkecil jumlah personel, tapi teknologi yang akan mampu menangkap itu semua.”

Kolaborasi antara Polri dengan ITB dan Korea ini juga untuk mendukung pemerintah melahirkan kebijakan prioritas pada upaya preventif kejahatan siber dan investigasi terhadap kejahatan siber. (Hari-harianindo.com)