Ciamis – Seorang karyawan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Ciamis, M Elyas Guhiat, mengundurkan diri setelah mendapat teguran mengenai jenggot oleh atasannya. Ia memilih untuk mengundurkan diri dan tetap mempertahankan jenggotnya.

Elyas menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/06). Saat itu, Kepala KPP Pratama Kabupaten Ciamis, Aporen Siregar, yang baru aktif menjabat sejak Senin (24/06) mengadakan inspeksi dadakan terkait penampilan karyawannya.

Ia menjelaskan, pagi itu pimpinan barunya datang dan langsung mengumpulkan seluruh petugas keamanan yang ada. Elyas yang saat itu ikut menghadap, kena tegur pimpinannya dan disuruh untuk segera membersihkan jengotnya. “Tolong itu jenggot dibersihkan, kalau tidak dibersihkan hari ini pintu terbuka lebar,” kata dia menirukan pimpinannya tersebut, saat dikonfirmasi, Senin (01/07).

Elyas lebih memilih untuk mempertahankan jenggotanya dengan dalih menjalankan sunnah rosul. Karena itu, ia tidak pernah memusingkan teguran pimpinan barunya.

Namun menjelang siang, lanjut dia, dirinya kembali dipanggil Kasubag Umum KPP Pratama Kabupaten Ciamis Budi Aditia. “Pak Budi menyampaikan dengan terpaksa untuk menegur saya. Bahkan dia sempat meminta maaf kepada saya karena dia tidak bisa berbuat apa-apa,” kata dia.

Saat itu, Elyas dihadapkan pada dua pilihan, mengundurkan diri atau membersihakn jenggotnya. Elyas pun memilih untuk keluar dan belum kembali bekerja hingga saat ini.

Kepala KPP Pratama Kabupaten Ciamis Aporen Siregar membantah perihal tegurannya mencukur jenggot. Menurut dia, teguran itu bertujuan supaya karyawanannya tetap menjaga penampilannya.

“Saya tidak menyuruh untuk mencukur jenggot, tapi membersihkannya agar terlihat rapi mengingat karyawan di lingkungan kami adalah pelayanan kepada masyarakat,” kata dia.

Aporen juga membantah dirinya berbuat SARA yang berhubungan dengan agama, seperti yang dinyatakan karyawannya itu. Sebaliknya, ia mengaku sangat menghargai agama.

“Kami tidak bawa-bawa agama. Agama kita sama dan kita saling menghormati dan menghargai karena itu perintah pimpinan kami,” tegasnya.

Ia menyatakan, pihaknya masih menunggu Elyas agar kembali bekerja dengan penampilan yang lebih rapi. Ia mengharapkan bahwa karyawannya itu bisa mengerti bahwa merak merupakan institusi pelayanan.

Hal yang sama juga dinyatakan oleh Kasubag Umum KPP Pratama Ciamis Budi Aditia. Menurut dia, pihak kantor hanya mengingatkan agar Elyas merapikan jenggotnya.

Ia menambahkan, pihak kantor masih mengharapakan Elyas untuk tetap bekerja. Bahkan, pihak kantor juga sudah menghubungi koordinator petugas keamanan untuk bisa membujuk Elyas kembali bekerja, dengan penampilan yang lebih rapi.

Meski telah dipersilakan keluar, Elyas menyatakan akan kembali bekerja pada Selasa (02/07). Menurut dia, pihak kantor telah meminta maaf dan mempersilakan dirinya kembali bekerja.

“Semua sudah selesai secara kekeluargaan. Saya tetap akan bekerja meski berjenggot,” kata dia.

Ia mengakui, dirinya memang sempat tidak percaya ketika ditegur karena penampilannya yang berjenggot. Namun setelah diklarifikasi lebih lanjut, ternyata ada kesalahpahaman perihal teguran untuk mencukur jenggot tersebut.

Awalnya, ia mengira pimpinan barunya itu menyuruh dirinya untuk mencukur jenggot. “Saya hanya disuruh merapikan, bukan disuruh cukur semua. Sudah beres semua, besok mulai kerja,” kata dia. (Hari-www.harianindo.com)