Baghdad – Berdasarkan hasil survei yang dilansir oleh BBC mengenai kawasan Arab, ditemukan bahwa lebih banyak pria yang menjadi korban pelecehan seksual daripada perempuan di Irak. Pelecehan seksual yang dialami oleh para penyintas tersebut meliputi serangan fisik maupun kata-kata. Temuan ini merupakan hal yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Dilakukan oleh Arab Barometer untuk BBC News Arabic, survei dilaksanakan di 10 negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Sepuluh negara tersebut antara lain Aljazair, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Maroko, Sudan, Tunisia, dan Yaman. Selain 10 negara, Wilayah Palestina pun juga menjadi sasaran survei dengan responden sebanyak lebih dari 25 ribu tersebut.

Dari survei tersebut, ditemukan bahwa di Tunisia dan Irak, jumlah korban pelecehan seksual pria lebih banyak jika dibandingkan dengan perempuan. Namun selisih terbesar ditemukan di Irak.

Sebanyak 39% pria di Irak mengaku pernah mengalami pelecehan seksual dengan kata-kata, sementara 33% perempuan mengalami pelecehan dengan kata-kata. Untuk kekerasan fisik, sebanyak 20% pria Irak mengaku sebagai penyintas, sementara jumlah penyintas perempuan sebesar 17%.

Meskipun demikian, patut diperhatikan bahwa masih banyak korban perempuan yang masih memilih untuk bungkam dan takut untuk berbicara mengenai pengalaman pahit mereka. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr Kathrin Thomas, peneliti Arab Barometer.

“Orang cenderung untuk kurang melaporkan pelecehan, karena kemungkinan hal ini memalukan dan tidak nyaman, atau berakibat negatif. Perempuan lebih cenderung untuk tidak terlalu melaporkan pelecehan,” ujar Kathrin Thomas. (Elhas-harianindo.com)