Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, angkat bicara terkait dengan pulau reklamasi dan kontribusi tambahan 15 persen. Ahok merasa khawatir dikira Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang melakukan kampanye.

“Kalau nggak minta 15 persen untuk bangun, duit dari mana? Ujung-ujungnya balik lagi. Tapi kalau itu dibangun, misalnya contoh kelas menengah suami-istri… Nanti dikira Anies, gue mau kampanye jadi gubernur lagi,” ucap Ahok menghentikan ucapannya sambil tertawa, Senin (22/07/2019).

“Nggak, nggak, tertutup (acara tersebut),” ucap salah satu hadirin di acara itu.

Mendengar hal itu, Ahok kemudian melanjutkan penjelasannya. Ahok ingin memberikan hunian terjangkau bagi para milenial di pulau reklamasi, sewaktu masih menjabat sebagai Gubernur DKI. Ahok menyatakan bahwa pemikirannya saat itu, pasangan milenial dinilai membutuhkan tempat tinggal dengan harga terjangkau yang dekat dengan tempat kerja.

“Saya mikirnya sederhana saja, anak-anak muda yang baru menikah, anak-anak milenial kan sudah beda cara berpikirnya,. Mereka nggak butuh rumah gede, mereka kadang-kadang lebih suka sewa, yang penting kerja dekat rumah,” ujar Ahok.

Jika di DKI Jakarta, Ahok beranggapan tidak ada pengembang apartemen tyang akan memberikan harga sewa yang terjangkau. Namun jika apartemen berada di pulau reklamasi maka harga sewa dapat ditekan rendah karena berdiri di atas tanah milik pemerintah.

“Kalau dibangunin apartemen, nggak mungkin dong nyewainnya murah. Kalau pemerintah bisa (menyewakan murah), orang tanahnya dikasih kok, bangunnya dikasih, jadi itu nggak ada sewa, uang servis saja Rp 2 sampai Rp 3 juta satu apartemen perbulan,” jelas Ahok.

Gambaran Ahok tentang masa depan pulau reklamasi adalah dihuni anak-anak muda sehingga dapat mengurangi kepadatan penduduk di Ibu Kota. “Banyak anak muda tinggal di situ sehingga ini akan mengurangi lalu lintas banget, tinggal di pulau. Bayangin ada 17 pulau, semua orang musti naik kendaraan, ke sana, macet. Itu cerita dulu sebelum masuk Mako Brimob,” tutup dia. (Hr-harianindo.com)