Jakarta – Habib Muhsin, selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta enggan memberikan pendapat mengenai rencana Ustaz Miftah Maulana Habiburahman atau Gus Miftah mengisi ceramah di salah satu klub malam di Jakarta pada 8 Agustus 2019 mendatang.

Habib Muhsin mengungkap bahwa sampai saat ini belum ada komunikasi secara langsung dari Gus Miftah maupun dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perihal kegiatan tersebut.

“FPI tidak ada komunikasi, dan saya enggak tahu, silakan tanya dengan Gus Miftah, kalau pemda atau siapa mengizinkan silakan tanya infonya, kami enggak tahu, tapi kalau bagaimana FPI, FPI tidak ada komen urusan itu,” kata Habib Muhsin

“Saya tidak mengatakan mendukung, jadi semua itu persepsi dan cara masing-masing, apakah FPI menyalahkan itu? ya FPI tidak pernah menyalahkan orang kalau punya niat dan tujuan yang baik,” ucapnya.

“Tapi apakah FPI membenarkan cara itu? FPI juga tidak membenarkan cara itu dan tidak juga menyalahkan, kalau menurut Gus Miftah menurut pandangan mereka baik ya silakan saja,” Habib Muhsin menambahkan.

Habib Muhsin mengatakan bahwa FPI belum berencana untuk ikut bersama Gus Miftah memberikan dakwah di klub malam karena sudah memiliki cara lain dalam berdakwah.

“FPI fokus dijalur yang lain, artinya bagaimana FPI turun ke Masjid, Musala, Majelis Taklim di Jakarta, yang tempat ini saja membutuhkan gitu lho, kenapa kita harus ke tempat yang lain,” tutupnya. (NRY-harianindo.com)