Jakarta – Saiful Mujani, selaku Peneliti utama Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkap iklim demokrasi Indonesia masih rendah terutama karena kriminalisasi terhadap ucapan.

Saiful menyatakan bahwa kasus penangkapan dan penahanan Politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani dalam kasus ‘ujaran idiot’.

“[Ucapan] ‘idiot’ itu biasa aja lah, jangan terlalu baperan (terbawa perasaan) itu. Maksud saya dalam demokrasi biasa aja, seperti itu harusnya. Tapi lagi-lagi kelas kita masih rendah, sementara yang kita tuntut demokrasi yang hebat,” ujar Saiful usai acara ‘Meredupnya Demokrasi di Indonesia’ di Kantornya, Menteng, Minggu (04/08/2019).

“Kalau kesannya main-main [dalam berdemokrasi] memang jadi gitu, ditangkepin, ditahan polisi,” imbuhnya.

Menurut Saiful terdapat faktor lain yang menyebabkan demokrasi mengalami kemunduran. Seperti di antaranya ialah kuatnya diskriminasi kalangan minoritas terutama soal keagamaan, pengekangan kebebasan sipil, dan kebebasan berkumpul yang berkaitan dengan kasus masa lalu yang tidak terlindungi.

Misalnya kasus kekerasan G30S, kerusuhan 1998, dan lain-lain. Aktivis gerakan ini sering terintimidasi,” tandas dia.

Satu faktor kunci peningkatan tindak diskriminasi yang bahkan disertai kekerasan oleh kelompok konservatif terhadap kelompok minoritas adalah karena adanya keraguan dari pemerintah untuk bersikap tegas menegakkan prinsip kesetaraan warga negara. (NRY-harianindo.com)