Yogyakarta— Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok menyayangkan informasi menyesatkan terkait dengan Cina selama ini sehingga banyak hoaks yang terbangun dan terus bertebaran di tengah masyarakat Indonesia. Negara itu dituding tidak pro dengan kalangan Muslim mulai dari isu pelarangan tempat-tempat ibadah hingga pelarangan atribut halal pada restoran.

Faktanya, tambah dia, negara itu memberikan jaminan terhadap kebebasan beragama, masjid serta restoran halal juga bisa didapatkan di Cina. Bahkan, sebagai penghormatan terhadap warga Muslim, negara yang secara resmi berhaluan komunis itu juga tengah membangun “Hui Culture Park” yang akan dijadikan Kota Islam pertama.

“Sangat mudah mendapatkan masakan halal dan masjid. Kami juga sempat menggelar lomba takbiran di lingkungan komunis dan tidak ada masalah,” kata dia.

Menurut Imron, narasi menyesatkan terkait dengan Cina terus berkembang lantaran masyarakat di Tanah Air masih melihat negara itu seperti saat masih berada di bawah kekuasaan Mau Che Tung melalui Revolusi Kebudayaannya.

Padahal kondisi itu telah berubah setelah negara itu beralih di bawah tampuk kepemimpinan Deng Xiaoping. Melalui kebijakan reformasi ekonomi dan “open door policy” yang diimplementasikan, negara itu mulai membuka diri terhadp dunia luar salah satunya dengan merangkul seluruh etnik dan umat beragama termasuk komunitas Muslim untuk bisa hidup berdampingan di negara tersebut.

“Pembangunan rumah-rumah ibadah juga tumbuh signifikan. Sayangnya masih banyak yang memandang Cina dengan kaca mata sebelum Deng Xiaoping,” kata dia. (Hr-harianindo.com)