Jakarta – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak menerima gugatan terkait hilangnya suara caleg Gerindra dapil DKI Jakarta III dirasakan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo tidak adil. Sara menyebut sistem hukum di Indonesia buta keadilan.

Ponakan Prabowo kecewa gugatannya tidak diterima MK. Reaksi Sara atas putusan MK ini disampaikan lewat akun Instagram-nya pada Kamis (08/08/2019).

“Saya tidak pernah mengajukan gugatan ini sebatas untuk jabatan saja, karena perjuangan saya bisa saya lakukan di dalam sistem maupun di luar, di legislatif maupun di arena lainnya tapi jujur saya kecewa bahwa 4000+ suara rakyat yang disalahgunakan oknum-oknum tertentu diabaikan oleh para hakim MK dengan alasan teknis,” tulis Sara.

“Bukti yang saya lampirkan lengkap sebanyak 16 container box. Namun sistem hukum di Indonesia seperti yang sudah kita ketahui, terkonfirmasi lagi tidak diskriminatif, namun hanya buta keadilan,” sambung Sara.

Permintaan maaf Sara diajukan kepada seluruh warga yang telah memilihnya. Dia juga ingin mengucapkan terima kasih kepada tim dan para pendukung yang telah berjuang bersama.

“Maaf jika hasil tidak seperti yang kita inginkan, namun terima kasih atas kebersamaan dan juga kepercayaan kalian atas kepemimpinan saya selama masa kampanye. Semoga ke depannya kita bisa berjumpa lagi,” ujarnya.

Sara memohon semua pendukungnya untuk terus berjuang di mana pun tempatnya. Menurut Sara, perjuangan dari ketulusan dan kegigihan tidak akan berbuah hasil yang buruk. (NRY-harianindo.com)