Benghazi – Perayaan Idul Adha di Libya terusik karena adanya sebuah bom mobil yang meledak di kota Benghazi. Ledakan bom tersebut tepat di daerah Libya timur. Kejadian tersebut menewaskan tiga anggota staf PBB dan dua anggota misi lainnya pada Sabtu 10 Agustus

Ledakan tersebut terjadi ketika PBB berusaha menengahi gencatan senjata di ibu kota Tripoli, tempat Tentara Nasional Libya (LNA) yang berbasis di timur negara itu, meluncurkan serangan mendadak pada April lalu.

PBB menyatakan bahwa beberapa korban tewas adalah anggota mereka yang bekerja di Benghazi, di mana kehadiran mis Libya-nya telah ditingkatkan baru-baru ini.Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengutuk serangan itu, kata seorang juru bicara terkait dalam sebuah pernyataan.

“Sekretaris jenderal menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati gencatan senjata kemanusiaan selama Idul Adha, dan kembali ke meja perundingan untuk mengejar masa depan damai yang layak bagi rakyat Libya,” kata juru bicara PBB Stéphane Dujarric.

Ahmed al-Mismari , selaku juru bicara LNA menyatakan kepada wartawan bahwa dua orang yang tewas adalah penjaga UNSMIL. Dia menambahkan bahwa 10 orang telah terluka, termasuk anak-anak.

Sementara itu, juru bicara UNSMIL Jean El Alam mengatakan bahwa organisasi itu “dalam proses pengumpulan informasi”.

Khalifa Haftar, selaku komandan LNA mengatakan bahwa penghentian operasi militer selama libur Idul Adha Muslim, yang berlangsung dari Sabtu hingga Selasa, menurut sebuah pernyataan dari pasukannya di Benghazi. (NRY-harianndo.com)