Jakarta – Joko Widodo, selaku Presiden RI mengatakan bahwa dalam lima tahun ke depan, dirinya akan fokus mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Jokowi akan memperhatikan kesehatan anak-anak saat masih di dalam kandungan. Ia ingin gizi dan nutrisi terpenuhi sejak dini, sehingga ketika lahir mereka menjadi bayi yang super sehat.

Di sisi lain, Jokowi mengaku akan mengawal langsung reformasi birokrasi, terutama yang terkait dengan pelayanan kepada masyarakat dan perizinan. Selain itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu tak segan mencopot pejabat yang masih bandel dan lelet dalam memberikan pelayanan.

“Akan saya ikuti, dan saya pastikan akan saya potong (birokrasi yang berbelit). Kalau pejabatnya masih bandel, masih lelet dalam memberikan pelayanan perizinan, betul-betul akan saya copot detik itu juga,” kata Jokowi pada hari Kamis (15/08/2019).

Jokowi tak mengharapkan bangsa Indonesia terpengaruh ideologi dari luar yang bertentangan denga Pancasila. Menurutnya, tak ada tempat bagi ideologi yang mengandung radikalisme dan intelorensi untuk berkembang di Bumi Pertiwi.

Jokowi rencananya akan mengangkat mentri muda.

“Ini era yang dinamis, seperti ini yang bisa merespons dengan cepat ya memang kita harus akui anak-anak muda. Sekarang kan banyak juga perdana menteri yang muda-muda misalnya di New Zaeland, Kanada, Perancis mulai umur 34,35,36 (tahun). Dan itu di kelas (tingkat) perdana menteri, presiden. Di menteri pun kenapa tidak di umur 25,30,35 (tahun)” ujarnya. (NRY-harianindo.com)