Surabaya – Tak menyangka keponakannya merupakan pelaku penyerangan Polsek Wonokromo, Ibrahim mengatakan bahwa dirinya mengingat Imam Musthofa, pelaku, adalah orang yang taat beribadah. Selain itu, perangai Imam yang pendiam tidak membuat Ibrahim mencurigai keponakannya itu.

“Kalau dengar azan dia langsung pamit salat ke Masjid,” kata Ibrahim pada Minggu (18/08/2019).

Tiap kali Imam Musthofa pulang ke Sumenep, Ibrahim mengatakan bahwa keponakannya tersebut selalu mengunjungi kediamannya di Kecamatan Ganding, Sumenep. Selain jarang, Imam selalu mampir hanya sebentar saja di Sumenep.

“Setiap pulang pasti main ke (rumah) saya. Tapi tidak lama, satu dua hari kembali lagi ke Surabaya,” tutur Ibrahim.

Baca Juga: Keluarga Tak Menyangka Penyerang Polsek Wonokromo Terindikasi Dengan ISIS

Ibrahim menuturkan bahwa Imam Musthofa terakhir berkunjung ke Sumenep sekitar satu bulan yang lalu. Pada saat itu, ia mengiringi keberangkatan orang tuanya ke Depag Sumenep untuk berangkat haji. Imam pada saat itu berada di Sumenep hanya tiga hari saja.

“Cuma tiga hari (Sabtu, Minggu, Senin) di sini kemudian langsung pulang ke Surabaya,” ujar Ibrahim. (Elhas-harianindo.com)