Surabaya- Astutik Nanik, 48, hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini lantaran dijebloskan ke tahanan. Emak-emak yang tinggal di Perum Dinari Blok D, Dahanrejo, Kebomas, Gresik itu terbukti mencuri uang dan perhiasan milik Maimunah, 45, warga Jalan Tambak Osowilangun nomor 98, Benowo.

Menariknya, pelaku melakukan pencurian tersebut dengan modus yang unik yaitu dengan pura-pura membantu menyiapkan kudapan untuk hajatan anak korban.

Menurut informasi, aksi pencurian tersebut dilakukan di rumah korban yang masih satu lokasi dengan Pondok Pesantren Al Fatich, Jumat (16/08) lalu.

Pada saat itu korban sedang mengadakan hajatan pernikahan anaknya. Beberapa tetangga dan keluarga sibuk membantu memasak dan menyiapkan makanan untuk tamu undangan.

Selang beberapa waktu, pelaku datang. Dia nyelonong dan tiba-tiba turut serta membantu membungkusi makanan. Padahal, pelaku tidak mendapatkan undangan dan tidak ada ikatan keluarga apapun dengan korban.

Ternyata hal itu digunakannya hanya untuk kedok semata. Saat korban lengah, pelaku mengendap-endap masuk kamar. Dia lalu mencuri sekotak perhiasan dan uang milik korban. Setelah berhasil mendapatkan perhiasan dan uang pelaku lalu kabur.

“Korban baru tahu saat masuk kamar, uang dan perhiasannya tidak ada, seperti habis diacak-acak maling,” kata Kanit Reskrim Polsek Benowo Ipda Jumeno.

Mengetahui perhiasan dan uangnya raib, korban keluar rumah. Lalu menanyakan kepada semua kerabat dan tetangga. Namun mereka menyatakan tak ada yang mencuri uang serta perhiasannya.

Sementara, salah satu keluarga korban, mencurigai seseorang perempuan yang tak dikenal yang tiba-tiba membantu ikut hajatan. “Korban melapor ke Polsek, dan kami tindak lanjuti, dengan memeriksa saksi-saksi,” lanjutnya.

Dari hasil lidik selama empat hari, polisi dapat mengantongi ciri-ciri pelaku. Kemudian melakukan pengejaran hingga ke Gresik. Ternyata benar, dari hasil lidik pelaku tinggal di Dahanrejo, Gresik. Setelah dipastikan benar pelaku, polisi melakukam penangkapan di rumah tersangka pada Selasa pagi (20/08).

Dari tangan tersangka, polisi mendapati beberapa alat bukti. Di antarannya, satu unit motor nopol L 5144 CX, sebuah helm, selembar baju warna coklat, satu tas ungu, satu buah tas gambar gajah warna abu-abu, uang tunai Rp 10 juta, satu set bros cemeti emas, sebuah bros aksesoris dan satu kotak perhiasan. “Kerugian korban sekitar Rp 75 juta. Sebagian besar uangnya sudah dipakai pelaku,” jelasnya.

Kepada penyidik, lanjut Jumeno, tersangka mengaku sudah tiga kali mencuri. Namun baru tertangkap kali ini. Atas kasus tersebut polisi masih mengembangkannya untuk mengetahui latar belakang pelaku.

Kini atas perbutannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 362 KUHP tentanng pencurian biasa. Dia terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun. (Hr-harianindo.com)