Jakarta – Ridwan Saidi, selaku budayawan Betawi dimintai pendapat oleh sejarawan Universitas Nasional (UNAS), Andi Achdian. Andi mengatakan bahwa Ridwan harus menunjukkan bukti-bukti tentang pendapatnya soal Kerajaan Sriwijaya fiktif dan merupakan kelompok bajak laut.

“Jadi yang penting dari Ridwan Saidi adalah bukti-bukti apa yang dia sampaikan, bukan argumennya ya,” kata Andi.

“Buktinya apa? Misalkan temuan arkeologis dari kampung kampung perompaknya seperti ini. Ya kan, bisa begitu kalau memang dia punya bukti-bukti yang ingin dia sampaikan. Bukan cuma opini,” ujarnya melanjutkan.

Menurut Andi pendapat Ridwan Saidi soal Kerajaan Sriwijaya fiktif dan merupakan kelompok bajak laut akan mudah ditolak jika tanpa disertai bukti pendukungnya.

“Tapi poin pokoknya yang kita tunggu dari Ridwan Saidi adalah bukti. Temuannya apa, bukti barunya apa. Sejarawan kerjanya ngarsip ya, anda harus cari bukti, itu sih,” tuturnya.

Menurut Andi pernyataan Ridwan Saidi tersebut bisa menyesatkan karena membuat masyarakat menarik kesimpulan dengan mudah.

“Ini kan semacam pseudo science ya, ilmu semu lah, berdasarkan opini, berdasarkan yang tidak didukung bukti-bukti kuat. Nah itu berbahaya, misleading (menyesatkan), dalam artian orang bisa menarik kesimpulan dengan mudah,” katanya.

Menurut Andi pendapat Ridwan Saidi juga bertolak belakang dengan konsep kesejarahan Indonesia secara umum karena negara punya klaim tentang kebesaran masa lalu. (NRY-harianindo.com)