Yerusalem – Pejabat Palestina menanggapi terkait dengan sikap Honduras yang mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan membuka kantor diplomatik di kawasan tersebut. Palestina berencana untuk segera melayangkan protes melalui PBB terkait keputusan kontroversial yang diambil Honduras.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan bahwa keputusan itu sebagai ‘agresi langsung’ terhadap rakyat Palestina dan ‘pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan legitimasi internasional’.

“Honduras telah bersekutu dengan negara-negara jahat yang mengabaikan hukum internasional dan dengan sengaja merusak pendiriannya,” ungkap Hanan Ashrawi, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, seperti dilansir Aljazeera, Jumat (30/08/2019).

Ashrawi mengungkapkan bahwa pemerintahan Palestina akan melakukan evaluasi terkait dengan hubungan diplomatik dengan Honduras. Dia juga meminta hukum internasional diterapkan dalam permasalahan ini.

“Status Yerusalem sebagai kota yang diduduki didukung oleh sebagian besar negara, sejalan dengan kewajiban hukum dan moral mereka untuk menegakkan hukum internasional,” tutur Ashrawi.

Selain itu Palestina juga mengecam tindakan yang dilakukan oleh Nauru. Negara kecil di Pasifik itu baru-baru ini juga mengklaim bahwa Yarusalem sebagai ibu kota Israel.

“Nauru juga melanggar kewajibannya di bawah hukum internasional dan Piagam PBB serta harus bertanggung jawab atas pelanggaran ini,” kata Ashrawi.

Nauru, yang tidak memiliki ibu kota resmi dihuni 13.000 penduduk. Negara itu memberikan surat kepada perwakilan Israel di PBB pada 16 Agustus dan menyatakan ‘kehormatan’ dalam mengambil keputusan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez akan melakukan perjalanan ke Israel pada Jumat (30/08) untuk meresmikan ‘kantor diplomatik’ di Yerusalem. Hal itu merupakan bentuk pengakuan Honduras atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dilansir dari AFP, Rabu (28/08) Kantor diplomatik di kota yang menjadi perebutan itu akan menjadi perpanjangan dari kedutaan Honduras yang berbasis di Tel Aviv. (Hr-harianindo.com)