Jakarta – Organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai instrumen Pembangun Bangsa. Di Indonesia, Kementerian Dalam Negeri mencatat 420.381 yang tercatat di kementerian tersebut.

Hal itu dinyatakannya dalam Bedah Buku “Ancaman Radikalisme dalam Negara Pancasila” di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/08).

“Ormas adalah instrumen atau energi positif untuk membangun bangsa,” ujar Bahtiar.

Kendati demikian, Bahtiar juga menegaskan bahwa bagaikan dua sisi mata uang, ormas juga dapat menghancurkan sebuah bangsa jika tidak searah dengan ideologi yang diusung negara tersebut.

Sebagaimana Negara Indonesia yang mengusung ideologi Pancasila yang menghadapi tantangan pada masa kini yang menyangkut isu radikalisme, politisasi agama atau isu SARA.

“Tapi kalau ormas sudah menjadi racun demokrasi kalau istilah Pak Mendagri atau sudah menjadi api dalam negara kita, makaoOrmas dapat merusak peradaban bangsa. Tak sedikit negara yang hancur gara-gara ormas atau NGO yang menjadi penyusup untuk menghancurkan nilai-nilai suatu bangsa,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri per 31 Juli 2019, terdapat 420.381 ormas yang tercatat di Kemendagri yang terbagi menjadi tiga kategori, yakni:

Pertama, ormas yang telah mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) sejumlah 25.812 ormas. Rinciannya, terdaftar di Kemendagri 1.688 ormas, di pemerintah provinsi berjumlah 8.170, dan di pemerintah kabupaten/kota 16.954 Ormas.

Kedua, ormas berbadan hukum yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), yaitu 393.497 ormas, dengan rincian 163.413 berupa perkumpulan dan 30.084 berbentuk yayasan.

“Ketiga, ormas asing yang terdaftar di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Jumlahnya, 72 ormas,” jelasnya.

Dengan banyaknya ormas yang terdaftar tersebut, Bahtiar berharap ormas tidak menjadikan dasar tujuannya yang dikemas justru untuk menghancurkan dan memecah belah bangsa.

Pasalnya, Pemerintah memiliki aturan yang tegas dan dapat membubarkan ormas manapun yang mengancam nilai-nilai Pancasila. “Negara ini memerlukan dan mendukung terus tumbuh berkembangnya ormas yang sehat bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (Hr-harianindo.com)