Jakarta- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo turun tangan secara langsung guna menindaklanjuti permasalahan seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK). Permintaan ini menanggapi sejumlah aktivis antikorupsi dan LSM yang meminta Jokowi membatalkan proses seleksi capim KPK lantaran menganggap sejumlah nama capim KPK bermasalah.

“Presiden saya kira perlu merespons itu dan tidak bisa menghindari atau mengabaikan begitu saja,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (03/09).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengungkapkan bahwa saran dari para aktivis antikorupsi perlu didengarkan oleh Jokowi. Sebab mereka punya perhatian khusus terkait dengan masalah antikorupsi.

Atas dasar itu, Fadli berpendapat Jokowi harus mengkaji lagi seleksi capim KPK jika memang ingin menangani permasalahan korupsi secara serius.

“Aspirasi-aspirasi itu kan harus didengarkan oleh Presiden, kalau kita masih mempunyai komitmen terhadap penataan kelembagaan ketatanegaraan termasuk pemberantasan korupsi ya,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah aktivis antikorupsi melontarkan kritik terkait dengan proses seleksi pansel capim KPK. Mereka mengklaim ada beberapa kandidat bermasalah dari sepuluh nama yang diajukan pansel ke Jokowi.

Bahkan Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Jokowi menemui pimpinan KPK saat ini untuk mengkaji nama-nama tersebut.

“Dari nama-nama yang disampaikan kepada Presiden, sayangnya masih terdapat beberapa nama yang diduga memiliki rekam jejak buruk dan tidak berintegritas,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Selasa (03/09). (Hr-harianindo.com)