Jakarta – Pada April lalu, kasus soal ujian yang menyinggung kalimat ‘bubarkan Banser’ sempat ramai di kalangan publik. Tak hanya itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj juga turut berkomentar. Menurutnya, kalimat yang tercantum dalam materi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di Kabupaten Garut, Jawa Barat tersebut merupakan bentuk penghinaan.

“Menghina,” ucap Said Aqil dengan singkat di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (11/04/2019).

Diketahui dalam soal tersebut, tercantum dua teks berita tentang pembakaran bendera HTI yang dilakukan oleh Banser pada Oktober 2018 silam. Dua soal tersebut kemudian meminta siswa untuk memilih kesimpulan dari empat pilihan jawaban.

Berikut adalah opsi jawaban soal pertama:
A. Kecaman dan desakan agar anggota Banser NU pembakar bendera meminta maaf.
B. Anggota Banser NU telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam.
C. Tatang Mustafa Kamal adalah tokoh ulama Garut.
D. Kecaman dan desakan agar anggota Banser NU pembakar bendera meminta maaf.

Pilihan kesimpulan dari soal kedua: 
A. Permintaan agar Banser NU dibubarkan karena tidak berguna dan cenderung arogan.
B. Tiga orang anggota Banser NU membakar bendera.
C. Gus Yaqut merupakan pimpinan Banser NU.
D. Tiga orang anggota Banser NU membakar bendera.

Said Aqil mengaku tidak terima atas tercantumnya ‘bubarkan Banser’ dalam soal tersebut. Tak hanya itu, Said Aqil mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah terkait hal tersebut.