Jakarta – Menanggapi kritik dari sejumlah politisi yang menanggapi ujaran Amien Rais yang menyebut bahwa pemindahan ibu kota Indonesia merupakan rencana yang menguntungkan Tiongkok, Partai Amanat Nasional (PAN) angkat bicara. Menurut anggota Dewan Kehormatan (Wanhor) PAN, Dradjad Wibowo, mereka yang mengkritik Amien Rais hanya banyak bicara namun kurang literasi.

“Teman-teman parpol yang antipati terhadap pak Amien itu terlihat sekali kalau kurang membaca, banyak bicara,” ujar Dradjad pada Rabu (04/09/2019).

Terkait komentarnya soal para politisi yang kurang baca, Dradjad mengatakan bahwa para politisi harus memahami perilaku Tiongkok dalam tataran internasional. Salah satu istilah yang disebut Dradjad adalah “The Chinese Dream”. Konsep tersebut, menurut Dradjad, menjelaskan bagaimana Presiden Tiongkok Xi Jinping memandang Tiongkok sebagai Middle Kingdom atau pusat gravitasi dunia.

Kemudian, Dradjad juga menyebut “The Century of Humiliation” yang menjelaskan bagaimana Tiongkok dulu pernah dipermalukan oleh negara-negara kolonial seperti Inggris melalui Perang Opium pada abad ke-19.

Baca Juga: Amien Rais Tolah Rencana Pemindahan Ibu Kota

Dradjad pun juga menuturkan bagaimana Tiongkok memanfaatkan soft power yang dimiliki. Disebutkan bahwa Xi Jinping menempatkan the United Front Work Department sebagai prioritas penting dalam Partai Komunis Tiongkok. Tak hanya itu, Dradjad juga menyebut The Confucius Institute sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah Tiongkok.

“Dari situ kita akan paham bagaimana Presiden Xi Jinping dengan sangat cerdas memainkan OBOR (One Belt One Road),” papar Dradjad.

Dari situlah kemudian Tiongkok mulai memanfaatkan sejumlah problematika di Indonesia. Mulai dari membengkaknya defisit BPJS Kesehatan hingga rencana ambisius pemindahan ibu kota pada tahun 2024.

Negeri Tirai Bambu memahami bahwa Indonesia mengalami kesulitan dalam mendanai dua hal tersebut. Sehingga, Tiongkok berniat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendominasi pengaruh geopolitik-ekonomi Indonesia.

“Ini karena proyek pemindahan ibukota tersebut amat sangat klop dengan langkah China mengekspor “soft power”nya,” kata Dradjad.

Sebelumnya, politikus PPP Ahmad Baidowi dan politikus Golkar Ace Hasan mengkritik ujaran Amien Rais yang memprotes rencana pemindahan ibu kota dengan alasan hal tersebut merupakan bagian dari rencana Tiongkok. Bahkan, Ace Hasan menuding argumen politisi senior PAN tersebut tidak berdasar untuk sekelas eks guru besar ilmu politik. (Elhas-harianindo.com)