Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menuding Menteri BUMN Rini Soemarno merupakan seorang sakti. Lantaran, kata dia, hingga saat ini, Rini masih bertahan dengan jabatannya sebagai menteri BUMN meski pemecatannya telah direkomendasikan oleh Panitia Khusus Angket Dewan Perwakilan Rakyat tentang Pelindo II tahap 2.

Pansus sebelumnya telah menyatakan Rini Soemarno melakukan pembiaran dengan sengaja terkait dengan tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan.

“Iya saya bingung juga, ibu Rini ini sangat kebal ya, sangat sakti saya lihat,” ungkap Nasir Djamil di Jakarta pada Rabu, 4 September 2019.

Pertanyaan terkait dengan pencopotan Menteri BUMN ini mencuat kembali lantaran Rini membuat kebijakan penggantian direksi BUMN menjelang periode baru kabinet kerja Presiden Joko Widodo. Padahal, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko telah mengingatkan agar menteri tak mengeluarkan kebijakan strategis semacam itu “Oleh karena itu saya jadi bertanya-tanya, siapa di belakang Rini?” ujar anggora DPR fraksi PKS itu.

Nasir juga mempertanyakan mengapa Presiden tak berani melakukan pemecatan terhadap Rini. Apalagi menurutnya Rini secara terang-terangan abai dengan apa yang dinyatakan oleh Presiden Jokowi melalui Moeldoko.

“Bagaimana kemudian seorang presiden tidak berdaya dengan rekomendasi Pansus Pelindo DPR? Padahal sebagian besar yang mengisi Pansus Pelindo adalah teman-teman PDI Perjuangan,” katanya.

Selain Nasir, analis Politik dari Lembaga Survey Kedai Kopi, Hendri Satrio beranggapan bahwa Rini adalah menteri yang sangat kuat di kabinet Jokowi. Dia mengira ada alasan tertentu Rini melakukan kebijakan di luar mandat Presiden. Dia pun tak haibs pikir bahwa Rini berani membangkang terhadap Jokowi.

“Tapi memang ada baiknya disampaikan alasan kenapa ada pergantian. Karena ini kan sudah jadi polemik yang berkepanjangan. Jangan sampai kemudian mengganggu nama baik BUMN yang lain,” katanya.

Hendri pun sependapat bahwa banyak polemik di dalam BUMN yang seharusnya dijawab oleh Rini. Untuk itu di ujung jabatannya, dia berharap Rini bicara kepada publik terkait kinerja BUMN. Dan Presiden juga harus melakukan evaluasi terhadap BUMN secara menyeluruh.

“Seharusnya Presiden melakukan evaluasi terhadap menteri-menteri, termasuk menteri BUMN sebelum masuk periode kedua,” pungkasnya. (Hr-harianindo.com)