Jakarta – Partai Gerindra kembali melontarkan kritik atas kebijakan Presiden Joko Widodo. Baru-baru ini, pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan dua kali lipat. Tak hanya itu, subsidi listrik pun bakal dicabut oleh pemerintah.

Menurut Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade, dua kebijakan tersebut tidak pro-rakyat. Tak hanya itu, pemerintah juga berencana membeli mobil dinas baru untuk para menterinya. Hal tersebut, menurut Andre, merupakan bentuk ketidaksesuaian dengan janji kampanye Jokowi.

“Miris, sangat berbeda dengan yang dikampanyekan pemimpinnya prorakyat,” kata Andre Rosiade pada Kamis (05/09/2019). 

Diberitakan sebelumnya bahwa pemerintah berencana membeli mobil dinas Toyota Crown 2.5 HV G-Executive untuk para menteri baru Jokowi di periode 2019-2024. Diketahui bahwa harga satu unit mobil tersebut lebih dari Rp 1 miliar.

Akan tetapi, pemerintah juga berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan dua kali lipat lantaran masalah defisit BPJS yang membengkak. Selain itu, sebanyak 24,4 juta pelanggan 900 VA akan kehilangan subsidi listrik tahun depan.

Karena itulah, Andre mengatakan bahwa seharusnya pemerintah membatalkan kebijakan tersebut. Selain mempersulit rakyat kecil, kondisi perekonomian nasional juga sedang loyo.

“Harapan kita tentu pemerintah jangan dulu menaikkan itu (BPJS dan TDL), di tengah kondisi ekonomi sulit. Ini tentu sangat menyulitkan bagi masyarakat,” tandas Andre. (Elhas-harianindo.com)