Jakarta – AM Hendropriyono, selaku Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menyangkal seruan referendum terhadap Papua dan Papua Barat. Hendropriyono menilai tidak ada jalan lagi untuk hal itu dilakukan. Hendropriyono beranggapan bahwa isu tersebut hanya akal-akalan kelompok separatis yang ingin memecah belah bangsa.

“Referendum itu, wahai kaum muda intelektual bangsa Indonesia, terutama di Papua dan daerah-daerah lainnya, referendum hanya ada bagi negara-negara yang belum berdaulat,” kata Hendropriyono dalam Forum Patriotik untuk Papua dan Papua Barat, di Jakarta.

Hendropriyono menyampaikan bahwa referendum tidak berlaku untuk negara merdeka seperti Indonesia. Khusus untuk Papua sendiri telah dilakukan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) sejak 1969. Menurut Hendropriyono referendum hanya dimanfaatkan oleh kelompok separatis. Salah satunya dengan memproduksi hoax. Agar masyarakat Papua bisa diadu domba.

“Orang-orang yang separatis, kita bangsa yang berdaulat, tidak ada iming-iming referendum. Itu hoax. Self determination, penentuan nasib sendiri, hanya bagi negara yang belum merdeka. Bangsa Indonesia sudah merdeka, Papua sudah merdeka bersama Indonesia,” jelasnya.

Hendropriyono memohon kepada seluruh anak bangsa khususnya warga Papua agar tidak termakan provokasi isu-isu tidak benar.

“Ada yang main ini, makanya kalau nggak bersatu, kita nggak bisa menyimpulkan permainannya. Ini, makanya opini pecah belah. Makanya jangan mau dipecundangi, kalian itu intelek,” pungkasnya. (NRY-harianindo.com)