Istanbul – Tayyip Erdogan, selaku Presiden Turki menyatakan bahwa tidak bisa terima negara-negara bersenjata nuklir melarang Ankara memiliki nuklir. Erdogan tidak berkomentar soal Turki punya rencana untuk memiliki nuklir.

“Beberapa negara memiliki rudal dengan hulu ledak nuklir, bukan satu atau dua. Tapi (mereka memberi tahu kami), kami tidak bisa memilikinya. Ini, saya tidak bisa menerimanya,” kata Erdogan

“Tidak ada negara maju di dunia yang tidak memilikinya,” ucap dia. Faktanya, banyak negara maju tidak memiliki senjata nuklir.

Erdogan pun menyindir soal perlindungan yang diberikan kepada Israel. Dia mengisyaratkan Turki ingin mendapat perlakuan serupa.

“Adai Israel di dekat kami, bahkan hampir bertetangga. Mereka menakut-nakuti (bangsa lain) dengan memiliki ini. Tidak ada yang bisa menyentuh mereka.”

Menurut analis asing, Israel memiliki persenjataan nuklir yang cukup besar. Israel mempertahankan kebijakan ambiguitas seputar masalah nuklir, menolak untuk mengkonfirmasi terkait kekuatannya.

Donald Trump, selaku Presiden Amerika Serikat menyayangkan atas Turki yang tetap melanjutkan kontrak pembelian rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Trump kemudian membatalkan proyek penjualan jet tempur F-35 kepada Turki. (NRY-harianindo.com)