Surabaya – Satu tersangka baru telah ditetapkan oleh Polda Jawa Timur. Penetapan tersangka tersebut dalam kasus insiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya.

Tersangka yang baru ditetpkan adalah AD (25). Ade merupakan seorang Youtuber asal Kebumen, Jawa Tengah.

“Kita menetapkan satu tersangka yang melakukan (pelanggaran) ITE. Iya dia adalah Youtuber, DA menggunakan Youtube untuk upload,” kata Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara, di Mapolda Jatim

Menurut Arman, penangkapan AD berawal dari cyber patrol yang dilakukan oleh pihaknya. Arman menyatakan bahwa AD diduga telah melakukan rekayasa video tentang peristiwa yang terjadi di Asra Mahasiswa Papua di Surabaya.

Video rekayasa berjudul Tolak Kibarkan Bendera Merah Putih Asrama Mahasiswa Papua Digrudug Warga di SPLN Chanel diposting oleh AD.

Menurut Arman saat kejadian AD diduga tak berada di lokasi secara langsung. AD mengambil sebuah video dari akun youtube lain dan mengunggah ulang. AD kemudian memberikan judul dan teks yang bernada provokatif.

“Jadi dia ambil video kejadian lama di asrama tersebut. Video itu telah diunggah pada 17 Juli 2016. Tersangka kemudian mengunggah ulang videonya dengan judul ‘Tolak Kibarkan Merah Putih, Asrama di Jalan Kalasan Digeruduk Warga’ pada tanggal 16 Agustus 2019,” ujar Arman. (NRY-harianindo.com)