Solo – Joko Widodo, selaku Presiden RI menyajikan budaya bangsa Indonesia dengan wujud penuh toleransi serta menjunjung tinggi kasih sayang. Jokowi menyinggung perbedaan antara kritik dan menghina.

“Katanya mengkritisi, alasannya mengkritisi, kritik. Nggak bisa membedakan kritik dan menjelekkan. Nggak bisa membedakan kritik dengan menghina. Kita ini sudah banyak lupa mengenai itu,” ujar Jokowi saat membuka Konsultasi Nasional XIII Tahun 2019, Forum Komunikasi Kaum Bapak, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di Hotel Sunan, Surakarta, Jawa Tengah.

Jokowi memberikan wejangan mengenai pentingnya peran bapak dalam menciptakan keluarga yang penuh kasih. Menurut Jokowi apabila melihat kabar-kabar yang saling menjelekkan.

“Saya sedih kadang-kadang kalau baca, saya kan sehari dari Bogor ke Jakarta 1 jam, tengah malam dari Bogor ke Jakarta 1 jam. Jadi semua hal saya buka, apalagi di dalam mobil sambil dengerin musik rock. Saya buka medsos, media online, kok isinya seperti ini? Sedih saya,” ucap Jokowi.

Jokowi mengungkap bahwa setiap orang bisa memahami fenomena-fenomena yang terjadi di berbagai belahan dunia.

“Dan itu memang hampir semua negara mengalami sebuah guncangan karena keterbukaan yang tidak bisa dihambat. Peraturan/regulasi belum ada, teknologinya sudah masuk. Inilah fenomena saat ini yang saat ini harus kita respons dengan baik, kita sadarkan pada lingkungan kita sehingga kita sadar kembali betapa pentingnya sebuah kasih dan sayang,” pungkasnya. (NRY-harianindo.com)