Jakarta – Sri Bintang Pamungkas beranggapan bahwa pernyataannya terkait ‘persiapan jatuhkan Jokowi’ yang dipolisikan oleh Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) terlampau kecil.

Sri Bintang memiliki target lebih besar daripada sekedar menjatuhkan Jokowi.

“Itu terlampau kecil, target kita bukan hanya Jokowi, tapi rezim yang kita mau jatuhkan. Tidak hanya sekadar rezim, tapi juga kita kembali ke UUD 1945 asli, mencabut mandat Jokowi, membentuk pemerintah baru. Itu target kita,” ujar Sri Bintang di Rumah Kedaulatan Rakyat, Guntur 49, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (06/09/2019).

Menurut Sri Bintang sebelum adanya pelantikan Joko Widodo sebagai presiden terpilih dirinya akan membuat gerakan massa.

“Kami dengan Front Revolusi Indonesia (FRI) tidak bergerak sendiri, bersama rakyat. Kita melihat memang rakyat menghendaki itu. Oleh karena itu kita maju untuk memimpin, jadi didasarkan keinginan rakyat bukan pribadi,” katanya.

“Ketika zamannya Bung Karno dijatuhkan juga massa. Soeharto juga begitu. Di mana-mana, di Hong Kong juga begitu. Sudan, Aljazair juga begitu. Itulah daulat rakyat,” katanya.

“Ketika sidang istimewa tahun 67 tanggal 7 Maret sampe tanggal 11 Maret dalam rangka menjatuhkan Soekarno itu baru hari terakhir itu diputuskan Soeharto adalah menjabat presiden. Tidak ada pikiran menjadikan presiden Nasution pada waktu itu. Forum sidang istimewa MPR menetapkan Soeharto itu dalam 5 hari terjadi,” sambungnya.

Menurut Sri Bintang aksi penolakan pelantikan akan disampaikan mulai pada Rabu (11/9) di depan gedung MPR, Jakarta. (NRY-harianindo.com)