Jakarta – Anies Baswedan, selaku Gubernur DKI Jakarta mengetahui berita yang beredar terkait perusahaan-perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang memperebutkan proyek pembangunan Jakarta International Stadium di Taman BMW, Jakarta Utara.

Sebelumnya, Badan usaha milik Pemprov DKI yang ditugaskan membangun stadion itu, yakni PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Akan tetapi, Anies mengaku heran dengan sikap BUMN yang memperebutkan proyek tersebut.

“Saya kemarin mendengar ketika BUMN ada rebutan, saya heran, ini sama-sama perusahaan negara, sama-sama mau membangun kepentingan publik, maka siapa pun yang mendapatkan tugas sesungguhnya dua-duanya milik negara,” ujar Anies.

“Masak sesama BUMN saling jegal, ini anak bangsa yang mau membangun untuk bangsa, tapi saling jegal yang nanti bisa menunda pembangunan,” kata Anies.

Pembangunan proyek Jakarta International Stadium sebelumnya telah diperebutkan oleh dua peserta yang merupakan kerja sama operasi (KSO) perusahaan-perusahaan BUMN, yakni KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT Pembangunan Perumahan (PP) dan KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya.

Berita Acara telah menyebutkan bahwa Pembukaan Dokumen Penawaran Harga Nomor BA.PK-04/VKCM-JIS/VIII/2019 tanggal 5 Agustus 2019, penawaran harga KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP sebesar Rp 4,08 triliun, sementara KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya menawarkan harga Rp 3,78 triliun. (NRY-harianindo.com)